Dari Pre-Amp Transistor ke Pre-Amp Media Sosial: Kita Tetap Setia Sama Istri
Sosial 13 May 2026

Dari Pre-Amp Transistor ke Pre-Amp Media Sosial: Kita Tetap Setia Sama Istri

Untuk generasi elektronika kelahiran 70-an, kita tidak hanya belajar tentang dioda dan Z80. Kita adalah saksi hidup dari tiga revolusi teknologi sekaligus. Rasanya seperti pindah dari naik delman ke pesawat jet tanpa pernah menikmati mobil.

Pertama: dari Mekanik ke Digital. Dulu, untuk "nge-post" berita, kita pakai mesin tik. Jika salah ketik, terpaksa pakai tipe X atau mulai dari awal. Sekarang? Keyboard dan layar sentuh ada di genggaman. Medsos mengalir begitu cepat. Kita yang dulu menikmati derak palu mesin tik, sekarang bisa live video hanya dengan jari. Lompatan ini terasa magis.

Kedua: dari Cuci Film ke Cloud. Siapa yang tidak ingat kamera Kodak? Setelah jepret 24 atau 36 foto, kita harus ke tempat foto, menunggu berjam-jam, kadang hasilnya blur atau over exposure. Kesabaran luar biasa. Sekarang, smartphone bisa jepret ribuan foto, langsung edit, upload ke Instagram dalam detik. Tidak ada lagi drama "gulung film" terkena sinar matahari.

Ketiga: dari Kabel ke 5G. Dulu, transfer data pakai kaset pita audio yang lambat dan rawan noise. Jaringan ya sebatas kabel telepon tembaga. Sekarang, 5G hadir dengan kecepatan yang dulu hanya mimpi di laboratorium. Latensi rendah, koneksi miliaran perangkat.


Kita, para lulusan elektronika era Z80, mungkin seringkali dibuat geleng-geleng kepala. Tapi justru kita yang paling paham prinsip dasarnya. Dulu kita pelajari diode sebagai gerbang. Sekarang jadi transistor nano. Dulu BASIC itu linear. Sekarang AI dan algoritma kompleks.

Jangan merasa tertinggal. Banggalah. Kita tidak hanya belajar teknologi; kita belajar ketahanan dan logika di masa transisi paling ekstrem dalam sejarah manusia. Dari tabung ke 5G, tangan kita pernah memegang keduanya.

Dari tabung ke 5G, tangan kita pernah memegang keduanya. Kita selalu upgrade teknologi, tapi jangan upgrade istri juga ya. Tapi kalau upgrade belajar agama, itu wajib. Soalnya solder panas bisa diganti, hati yang panas butuh iman
Komentar (0)
Tulis Komentar
Komentar akan tampil setelah disetujui admin.
Foto Profil
Erwin.R,S.Pd

Guru Informatika

Sedang belajar ngetik sejak 2007. Terus belajar dan berbagi.

Artikel Terkait