Tidak semua karna uang
Sosial 31 May 2026

Tidak semua karna uang

Dulu, seseorang memancing karena ingin menikmati ketenangan. Ada yang bermain gitar karena menyukai musik. Ada pula yang menulis sekadar untuk mengisi waktu luang. Namun sekarang, hampir setiap hobi mendapat pertanyaan yang sama.

Sudah menghasilkan berapa?"

Tanpa disadari, kita hidup di zaman ketika hampir semua hal diukur dengan uang. Memasak harus menjadi bisnis katering. Fotografi harus menjadi jasa foto. Menulis harus menghasilkan cuan. Bahkan kegiatan olahraga pun sering dianggap kurang berguna jika tidak menghasilkan konten.

Padahal tidak semua aktivitas harus menjadi sumber penghasilan. Ada hal-hal yang memang seharusnya menjadi tempat istirahat bagi pikiran setelah lelah bekerja dan menghadapi tekanan hidup sehari-hari.

Ironisnya, ketika hobi berubah menjadi kewajiban mencari uang, sebagian orang justru kehilangan kesenangan yang dulu membuat mereka jatuh cinta pada aktivitas tersebut. Yang tadinya dilakukan dengan santai, berubah menjadi target, angka, dan tuntutan.

Di sisi lain, media sosial membuat kita merasa harus terus menambah sesuatu dalam hidup. Menambah penghasilan, menambah aset, menambah usaha sampingan, menambah barang, dan menambah pencapaian. Seolah-olah hidup adalah perlombaan yang tidak memiliki garis akhir.

Mengurangi keinginan untuk terlihat sukses. Mengurangi kebutuhan membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain yang hanya terlihat indah di layar ponsel.

Banyak orang mengejar kebebasan finansial, tetapi tanpa sadar justru menjadi budak dari gaya hidup yang terus meningkat. Gaji naik, pengeluaran ikut naik. Jabatan bertambah, gengsi ikut bertambah.
Sementara itu, orang yang hidup sederhana sering dianggap kurang ambisius. Padahal bisa jadi mereka telah menemukan sesuatu yang lebih berharga: ketenangan.

"Tidak semua yang bernilai harus menghasilkan uang, dan tidak semua yang menghasilkan uang akan membuat hidup lebih bernilai."

Mungkin sesekali kita perlu berhenti bertanya, "Apa yang bisa saya dapatkan dari hobi ini?" dan mulai bertanya, "Apakah hobi ini membuat hidup saya lebih bahagia?".Karena pada akhirnya, tujuan hidup bukan hanya menambah angka di rekening, tetapi juga menjaga agar hati tetap memiliki ruang untuk menikmati hidup itu sendiri.


Komentar (0)
Tulis Komentar
Komentar akan tampil setelah disetujui admin.
Foto Profil
Erwin.R,S.Pd

Guru Informatika

Sedang belajar ngetik sejak 2007. Terus belajar dan berbagi.